Polresta manado kembali menggelar razia dadakan di jalan sarapung,
Sabtu (11/04/15) malam. Razia yang dimulai pukul 21.00 hingga 24.00 itu
melibatkan tiga polsek wilayah tengah.razia melibatkan seluruh fungsi yang ada,
mulai dari Sat Lantas, Satuan Sabhara, Sat Res krim, Sat Intelkam, hingga Sat
Binmas.
Kapolresta manado,kombes pol sunarto,melalui kapolsek
wenang,kompol met warow menjelaskan, pelaksanaan razia itu menindaklanjuti
surat perintah Kapolda sulut kepada seluruh jajaran Polres di sulut untuk
mempersempit ruang gerak kelompok maupun pendukung gerakan radikal ISIS dan
Begal.
“Razia ini merupakan salah satu bentuk operasi kepolisian
yang ditingkatkan, dalam rangka mempersempit mobilitas kelompok ISIS dan Begal,ungkapnya.
adapun sasaran dalam operasi kepolisian yang ditingkatkan
itu adalah mobil-mobil pribadi, mobil box. Razia itu juga untuk mengantisipasi
peredaran barang-barang terlarang dan berbahaya.
“Pemeriksaan lebih difokuskan pada mobil box dan mobil
pribadi, barang-barang yang dibawa serta penumpangnya,” ujarnya.
Setiap mobil pribadi dan mobil barang dari arah utara menuju
ke selatan yang dihentikan, diperiksa surat-suratnya dan muatan yang dibawa.
“Seluruhnya kita periksa, untuk mengantisipasi adanya bahan
peledak, senjata tajam, atau benda berbahaya lainnya yang berpotensi akan
digunakan dalam tindak kriminalitas maupun terorisme, terkait ISIS juga
kejahatan begal,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya
benda-benda berbahaya, senjata tajam, maupun narkoba. Namun, petugas sempat
menilang 25 kendaraan roda dua karena tidak memiliki kelengkapan surat.

0 comments:
Post a Comment