Dalam menyampaikan sambutannya, Muhammad Romahurmuziy, Ketua
Umum (Ketum)Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat membuka Musyawarah Wilayah
(Muswil) ke-VII PPP Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan kalau konflik PPP ssat
ini memberikan gambaran bahwa mana kader PPP yang benar-benar loyal pada partai
dan mana yang hanya berkeinginan mengamankan kepentingan pribadi.
”Masyarakat bisa menilai sendiri mana kader PPP yang
benar-benar militan dan asli kader PPP, kemudian dibandingkan dengan yang hanya
mengutamakan kepentingan pribadinya sehingga memanfatkan partai ini. Partai ini
butuh kader yang mau berjuang, bukan memanfaatkan kepercayaan publik,” ujar
Romahurmuziy.
Lanjut diulasnya soal keterlibatan kader yang bukan asli PPP
dengan kader asli PPP dalam dua kubu
di internal PPP saat ini. Dia menyebutkan
PPP versi kepemimpinan Djafar Alkatiri di Sulawesi Utara bukanlah yang resmi
dengan menyampaikan sindiran pedas.
”Bisa dibedakan antara kader asli PPP dan
kader naturalisasi, silahkan dilihat saja mana yang sah kemudian mana kubu yang
tidak sah. Kita akan membuka diri memang untuk kepentingan ummat,” tegas
Romahurmuziy dengan nada sedikit menyindir.
Yang ikut hadir dalam Muswil ke-VII PPP Sulut diantaranya
Steven Kandow dari PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara,
Petrus Poluan alias Hok Naga, Ketua Partai Hanura DPD Sulawesi Utara, Hi.
Jeffrey Rantung, pengurus Gerindra Kota Manado, Roy Maramis, pengurus PKPI Kota
Manado, serta Ketum DPP PPP dan Sahril Hasan, Ketua PPP Sulawesi Utara.
Terlihat juga Hi Djitro Tamengge, mantan Ketua PPP Sulut, Fatma Abubakar
anggota DPRD Manado dari PPP, Arudji Radjab, Mazhbullah Ali, serta para kader
PPP lainnya, partai Koalisi Merah Putih (KMP) di Sulawesi Utara yang ikut hadir
kelihatan begitu kompak dalam kegiatan Muswil PPP Sulut ini.
0 comments:
Post a Comment