
Terlihat
jelas suasana duka menyelimuti rumah Kepala Inspektorat Kabupaten Oksibil, di
Perumahan Griya Paniki Indah Mapanget, Nomor 26, Kelurahan Paniki Bawa,
Kecamatan Mapanget. Bahkan, dua anak perempuan Oskar bernama Adelfina dan
Yunita Mangonto, tak henti-hentinya menangis sambil memeluk foto ayahnya. Kerabat,
sanak saudara ramai mendatangi rumah dari Oskar untuk memberi penguatan bagi
anak-anaknya.
Menurut
Adelfina, Ayah,ibu serta adik bungsunya bernama Ronaldo sempat datang liburan ke
Manado pada akhir Juni 2015. Dan beberapa hari sebelum kejadian jatuhnya
pesawat, Ayah, ibu serta Adiknya pulang ke Papua.

Mendapat informasi adanya yang pesawat jatuh, ibunya langsung mencari
informasi, dan ternyata nama ayahnya masuk dalam daftar penumpang.
“Mama langsung telephone saya, dan mengatakan papa adalah salah satu
penumpang dari pewasat yang jatuh,” jelasnya sambil terus memeluk foto ayahnya.
Sebelumnya Adelin sempat tidak percaya dengan
kejadian ini, namun ketika terdengar kabar bahwa ke-54 penumpang Trigana Air telah
ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,
dan salah
satunya adalah ayah mereka, dan jasadnya dalam masih dalam keadaan utuh. Kini mereka hanya
bisa pasrah dan ikhlas dengan kejadian tersebut.

Adelin dan adiknya berharap jenasah ayah mereka secepatnya dibawa ke
Manado, karena akan dimakamkan di kampung halaman di desa Balerangen, Kecamatan
Siau Timur Selatan (Sitimsel), Kabupaten Sitaro.
0 comments:
Post a Comment