Tidak tertibnya beberapa sopir Angkot jurusan Paal 2 - Pusat Kota yang seenaknya menaikkan Dan menurunkan penumpang bahkan dibeberapa titik sudah tampak terminal bayangan seperti di kairagi, depan pasar segar Paal 2 Dan di samping supermarket Borobudur.
Hal ini membuat rekan-rekan lain sesama supir Angkot merasa dirugikan Dan pendapatan mereka menjadi berkurang dengan adanya terminal bayangan ini.
"kami supir-supir yang tertib dalam terminal justru tidak dapat penumpang, ini sepertinya terjadi pembiaran, padahal kemacetan di pintu gerbang masuk terminal paal 2 Ini bisa diminimalisir 15 sampai 25persen asalkan fungsi penegakan hukum jalan,"ujar Pak Jali bersama puluhan rekan-rekan sesama sopir Paal 2 ketika mendatangi Kantor Kepolisian Sektor Tikala, Senin (31/08).
Menurut Kapolsek Tikala, Johanis Pagayang, kedatangan para supir Angkot tersebut merupakan spontanitas untuk meminta ketegasan tindakan dari Polisi lalu lintas terkait terminal bayangan, meskipun tindakan hukum sudah dilakukan namun tidak membuat para sopir angkot tersebur jera, bahkab ada beberapa sopir angkot yang sering kena tilang.
"penegakan hukum sudah jalan, tetapi masih ada saja sopir-sopir yang suka melanggar hukum. Tadi sudah dilaporkan langsung ke Kasatlantas untuk berkoordinasi dengan pihak perhubungan terkait titik-titik yang seharusnya dipasang tanda larangan," jelas mantan Kapolsek Wori ini.
0 comments:
Post a Comment