
Hadir tiga orang nasumber dalam dialog yang bertemakan, AYO
KERJA : Peran Pemuda Di Sulawesi Utara Dalam Mengawal Pilkada Berkualitas, tiga
sosok di Sulut yakni, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut Herwyn
Malonda, Ketua KNPI Sulut Jackson A.W Kumaat dan Pengamat Politik Sulut Ferry
Daud Liando.selain tiga narasumber diatas,ikut hadir pula jajaran pengurus KNPI
Sulut dan Organisasi Kepemudaan lain yang ada di kota manado.
Ketua Bawaslu Sulut dalam pemaparannya menyampaikan, dalam
tahapan yang sedang berlangsung saat ini terdapat beberapa regulasi yang
membuka ruang permasalahan. Diantaranya regulasi kampanye, contoh aturan untuk
calon petahanan dalam melakukan kampanye.
“Ruang bagi calon petahana yang diatur dalam PKPU maupun UU
tidak menyebutkan secara detail waktu kampanye. Tidak seperti Pemilihan
Presiden tahun sebelumnya, yang memberikan waktu kepada kepala daerah untuk
berkampanye dengan durasi waktu 14 hari,” ucap Malonda.
Sementara itu, pengamat politik, Ferry Daud Liando
mengungkapkan beberapa tantangan regulasi dalam pilkada serentak 9 Desember
nantinya.Diantaranya regulasi telah melewati aturan otonomi daerah yang
memberikan ruang kepada warga untuk memilih calonnya.
“Warga tidak bisa mencari siapa calon kepala daerah yang
akan dipilih, karena partai politik telah menutup ruang tersebut. Kita hanya
bisa memilih calon kepala daerah sesuai dengan keputusan partai politik
(parpol),” ungkap Doktor Liando.

“Bukan tidak mungkin tanggal 24 agustus saat penetapan calon
akan ada 1 calon sajay yang di tetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain
itu, semangat 45 pengawas pemilu yang begitu menggelora tapi sayangnya regulasi
membatasi semangat tersebut menjadi 4,5,” ungkap Liando.
Ferry liando juga menambahkan,contoh yang paling anyar
sebenarnya terjadi kepada partai demokrasi Indonesia perjuangan,dimana partai
ini mengambil keputusan yang salah dimana tidak memberikan kepada kader yang
terbaik untuk maju di pilwako kota manado.
Ketua KNPI Sulut, Jackson Kumaat juga menambahkan, dalam
Pilkada serentak mari kita jaga bersama dan membawanya menjadi pilkada yang
berkualitas. Untuk itu, peran media online dan pemuda amatlah penting dalam
mengawal pilkada nantinya.
“Mari lewat diskusi ini kita teruskan dalam ruang-ruang
lainnya, lewat sebuah wadah baru yang di dalamnya berisi orang-orang ideal yang
membawa perubahan lebih baik bagi bangsa dan daerah yang kita cintai. Semangat
kepemudaan dalam mengawal pemimpin-pemimpin ideal di Sulut harus kita jaga
kemudian mendorong kaum muda untuk terus mengambil wilayah-wilayah struktur di
partai politik dan kepala daerah,” ajak Jacko sapaan akrab Ketua KNPI Sulut ini.
0 comments:
Post a Comment