Menyikapi kinerja satu tahun pemerintah di bawah kendali
presiden jokowi dan wakil presiden yusuf kala,puluhan mahasiswa yang tergabung
dalam pergerakan mahasiswa islam indonesai(PMII)menggelar aksi refleksi satu
tahun pemerintahan jokowi di depan kantor gubernur sulut.
Namun aksi puluhan mahasiswa ini yang awalnya damai berubah
ke aksi anarkis,dimana pihak mahasiswa di bubar paksakan oleh satuan polisi
pamong praja dan aparat kepolisian.aksi ini di bubarkan,karena mahasiswa
pendemo melakukan aksi bakar ban di depan pintu masuk kantor gubernur dan
berusaha untuk masuk kedalam kantor gubernur.
Bukannya bubar,malah aksi ini terus berlangsung dan terjadi
aksi baku pukul dan kejar-kejaran.bahkan polisi terpaksa mengeluarkan tembakan
gas airmata ke arah pendemo,agar demo tersebut bubar.
Menurut coordinator lapangan,fani datukurahman,Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia cabang manado,hari ini melakukan aksi di depan pintu
masuk kantor gubernur Sulawesi utara dalam rangka refleksi satu tahun
pemerintahan JOKOWI-JK.
“PMII cabang manado menggelar aksi dalam rangka refleksi
satu tahun kepemimpinan jokowi-jk yang di anggap masih belum berhasil dimata
rakyat Indonesia”ucap fani.
Fani menambahkan,banyak yang harus di kerjakan oleh
pemerintahan JOKOWI-JK,di antaranya masalah perekonomian masyarakat,serta
stabilitas keamanan di seluruh tanah air.
“banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh
pemerintahan saat ini,antara lain semakin merosotnya nilai tukar rupiah
terhadap dolar,serta usut tuntas siapa actor dan dalang di balik peristiwa
pemabakaran tempat ibadah baik di tolikara papua maupun di aceh singkil”tutup
fani.
Pendemo pun langsung membubarkan diri,setelah pihak
pemerintahan provinsi bersedia menerima perwakilan mereka untuk masuk kedalam
kantor gubernur sulut,dan menyerahkan pernyataan sikap mereka.
0 comments:
Post a Comment