728x90 AdSpace

  • Terbaru:

    Monday, November 9, 2015

    HANYA HURA-HURA POLRESTA MANADO TINDAK TEGAS KONVOI SANTA CLAUS

    Jelang Natal, masyarakat Sulawesi Utara terlebih khusus kota manado,tak pernah lepas dengan pelaksanaan santa claus on the road.namun pelaksanaan santa claus tahun ini nampaknya tidak akan terlaksana.
    hal ini di dasari dari pelaksanaan-pelaksanaan santa claus untuk tahun-tahun sebelumnya,dimana makna natal sesungguhnya sudah hilang.karena kebanyakan santa claus yang berkeliling sudah banyak hura-huranya di bandingkan makna natal sesungguhnya.

    menurut  Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi,mengatakan telah mempertimbangkan dan dengan tegas tidak akan memberi izin untuk santa claus yang berkonvoi.

     “merujuk pada pengalaman yang lalu,jumlah kriminalitas dan pelanggaran berlalu lintas meningkat saat pelaksanaan santa claus yang melakukan konvoi"ujar mantan dosen lemdikpol polri.

    kapolresta manado menambahkan,kami tidak akan memberikan izin untuk pelaksanaan iven tersebut,namun jika ada yang melanggar akan kami tindak tegas.

    "polresta manado tidak akan memberi ijin untuk iven santa claus di jalanan,namun jika ada yang berani melanggar akan kami tindak dengan tegas" ujar mantan kepala spn manado ini.

    Untuk itu,kapolresta manado menghimbau, sebaiknya disewa gedung atau pakai gedung gereja dan diundang anak-anak untuk bisa ikut ibadah bersama.

    “sebaiknya gunakan satu gedung atau gereja dan ajak anak-anak kesitu ,karena Itu lebih baik dan mendidik,dibanding harus menakuti anak-anak di dalam lorong dan konvoi bersama,” tandasnya.

    sementara itu Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul MTh mengatakan,ada baiknya konvoi santa claus tidak diadakan. Untuk menghindari peristiwa-peristiwa tak diinginkan bersama, dan bisa berimbas pada aksi kriminial.

    “kami mendukung apa yang akan di lakukan oleh pihak kepolisian untuk melarang pelaksanaan konvoi santa claus Dan keputusan Sidang Sinode GMIM di Paulus Titiwungen beberapa waktu lalu, membahas itu (konvoi santa claus, red),” tutur Sumakul.

    Jelang Natal, masyarakat Sulawesi Utara sudah kental dengan pelaksanaan santa claus. Hanya saja, perlu dimaknai lebih lagi terkait teknis pelaksanaannya.
    Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul MTh mengatakan, ada baiknya konvoi santa claus tidak diadakan. Untuk menghindari peristiwa-peristiwa tak diinginkan bersama, dan bisa berimbas pada aksi kriminial.
    “Dan keputusan Sidang Sinode GMIM di Paulus Titiwungen beberapa waktu lalu, membahas itu (konvoi santa claus, red),” tutur Sumakul. Menjaminnya, kata Sumakul, seluruh aras pelayanan GMIM di tingkat wilayah dan jemaat, diminta meng-cover imbauan itu. 
    Sebelumnya, Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi bersama jajaran, telah mempertimbangkan dan tegas tidak akan memberi izin. “Memang bersifat edukatif bagi anak-anak. Namun merujuk pada pengalaman yang lalu, justru malah meningkatkan jumlah kriminalitas. Sehingga kita memang berniat untuk tidak akan memberikan izin untuk pelaksanaan iven tersebut,” ujarnya, belum lama ini.
    Termasuk menginstruksikan Kasat Lantas, agar siapa yang melanggar ditindak tegas. “Banyak para peserta yang ikut berpartisipasi, menggunakan kendaraan roda dua tidak memakai helm, motor yang sudah dimodifikasi dengan knalpot bising. Belum lagi yang lain sampai pesta Miras, sehingga sedikit saja terjadi gesekan dengan pengendara lain di jalan raya, langsung timbulkan perselisihan. Ini justru mengganggu Kamtibmas,” urainya.
    Untuk itu, imbau Mandagi, sebaiknya disewa gedung dan diundang anak-anak untuk bisa ikut ibadah bersama. “Itu lebih mendidik. Dibanding harus menakuti anak-anak di dalam lorong dan konvoi bersama,” tandasnya.
    Keputusan tersebut menimbulkan banyak tanggapan di masyarakat. Menurut Melisa, salah satu pemuda yang mendirikan Sekretariat Pendaftaran Santa Claus, bahwa itu sudah menjadi kearifan lokal. “Jadi akan terasa lain jika tidak dilaksanakan. Nantinya akan menghilangkan kesan natal,” kunci Melisa.
    Namun, Melky Rumimper, warga Tondano menilai lain. Ada baiknya, santa claus tidak lagi konvoi di jalan. “Sebaiknya diadakan di sebuah tempat dan undang anak-anak ke tempat tersebut,” pungkasnya
    - See more at: http://manadopostonline.com/read/2015/10/27/Sumakul-Imbau-Konvoi-Santa-Claus-Tidak-Diadakan/10878#sthash.6ERiuZGa.dpuf
    Jelang Natal, masyarakat Sulawesi Utara sudah kental dengan pelaksanaan santa claus. Hanya saja, perlu dimaknai lebih lagi terkait teknis pelaksanaannya.
    Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul MTh mengatakan, ada baiknya konvoi santa claus tidak diadakan. Untuk menghindari peristiwa-peristiwa tak diinginkan bersama, dan bisa berimbas pada aksi kriminial.
    “Dan keputusan Sidang Sinode GMIM di Paulus Titiwungen beberapa waktu lalu, membahas itu (konvoi santa claus, red),” tutur Sumakul. Menjaminnya, kata Sumakul, seluruh aras pelayanan GMIM di tingkat wilayah dan jemaat, diminta meng-cover imbauan itu. 
    Sebelumnya, Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi bersama jajaran, telah mempertimbangkan dan tegas tidak akan memberi izin. “Memang bersifat edukatif bagi anak-anak. Namun merujuk pada pengalaman yang lalu, justru malah meningkatkan jumlah kriminalitas. Sehingga kita memang berniat untuk tidak akan memberikan izin untuk pelaksanaan iven tersebut,” ujarnya, belum lama ini.
    Termasuk menginstruksikan Kasat Lantas, agar siapa yang melanggar ditindak tegas. “Banyak para peserta yang ikut berpartisipasi, menggunakan kendaraan roda dua tidak memakai helm, motor yang sudah dimodifikasi dengan knalpot bising. Belum lagi yang lain sampai pesta Miras, sehingga sedikit saja terjadi gesekan dengan pengendara lain di jalan raya, langsung timbulkan perselisihan. Ini justru mengganggu Kamtibmas,” urainya.
    Untuk itu, imbau Mandagi, sebaiknya disewa gedung dan diundang anak-anak untuk bisa ikut ibadah bersama. “Itu lebih mendidik. Dibanding harus menakuti anak-anak di dalam lorong dan konvoi bersama,” tandasnya.
    Keputusan tersebut menimbulkan banyak tanggapan di masyarakat. Menurut Melisa, salah satu pemuda yang mendirikan Sekretariat Pendaftaran Santa Claus, bahwa itu sudah menjadi kearifan lokal. “Jadi akan terasa lain jika tidak dilaksanakan. Nantinya akan menghilangkan kesan natal,” kunci Melisa.
    Namun, Melky Rumimper, warga Tondano menilai lain. Ada baiknya, santa claus tidak lagi konvoi di jalan. “Sebaiknya diadakan di sebuah tempat dan undang anak-anak ke tempat tersebut,” pungkasnya
    - See more at: http://manadopostonline.com/read/2015/10/27/Sumakul-Imbau-Konvoi-Santa-Claus-Tidak-Diadakan/10878#sthash.6ERiuZGa.dpuf
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: HANYA HURA-HURA POLRESTA MANADO TINDAK TEGAS KONVOI SANTA CLAUS Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top