Indonesia tiba-tiba geger dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang
banyak dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di beberapa daerah.kasus itu
bermula dengan menghilangnya dr Rica Tri Handayani beserta anaknya, Zulfan Ali
Wicaksono, beberapa waktu lalu dan ditemukan berada di Kalimantan.Laporan atas kehilangan anggota keluarga kemudian bermunculan di beberapa daerah di Indonesia dan Gafatar pun dikaitkan dengan kejadian-kejadian hengkangnya orang-orang terdekat di sebuah keluarga untuk menjalankan misi bersama Gafatar.
Namun ternyata sebelum hebohnya Gerakan Fajar Nusantara saat ini,gerakan ini ternyata pernah masuk ke suawesi utara,terlebih kota manado.
Menurut camat pal dua,Reyn Heydemans,kami akan bekerjasama dengan kelurahan pal dua dan dendengan luar untuk merazia kos-kosan.
“kalau tidak salah Gerakan Fajar Nusantara pernah ada di dua kelurahan tersebut,makanya pihak kecamatan akan melakukan razia di kedua kelurahan tersebut”ucap camat pal dua.
Sementara itu lurah paal dua,olga kaeng mengatakan memang benar sekitar dua
tahun yang lalu memang ada dari kelompok gafatar meminta kepada salah satu
kepala lingkungan untuk mencarikan tempat kos-kosan.“salah satu pimpinan kelompok gafatar meminta kita pe pala untuk carikan tempat kos-kosan untuk di tempati nanti tiap bulan akan di bantu oleh mereka”ujar lurah pal dua.
Senada yang sama dengan lurah pal dua,michael kapoh mengatakan,memang benar sekitar dua tahun lalu salah satu pimpinan mereka meminta ijin ke pihak kelurahan untuk mendirikan kantor mereka.
“pimpinan GAFATAR pernah meminta kepada kami untuk mendirikan sekertariat mereka di wilayah kelurahan dendengan luar”ucap lurah dendengan luar.
Lurah dendengan luar menambahkan,namun pihak kami tidak mengijinkan karena mereka tidak bisa menunjukan bukti terdaftarnya kelompok mereka di kesabng pol.
“kita minta pa dorang mana surat-surat mereka dari kesbangpol,namun pimpinan
mereka tidak bisa menunjukan surat tersebut,maka kami bilang tidak bisa
mendirikan sekertariat jika tidak ada ijin dari kesbangpol”tutup lurah.Namun menurut kedua lurah untuk sekarang kelompok gafatar sudah tidak ada lagi di wilayh mereka,karena setiap ada razia di lingkungan tidak di dapati orang yang mencurigakan dan merupakan pengurus kelompok GAFATAR.
0 comments:
Post a Comment