Klaim pemerintah pusat bahwa sektor pariwisata paling siap
menghadapi masyarakat ekonomi asean
(MEA),tampaknya tidak berlaku untuk kota manado.pasalnya hingga saat ini masih
banyak sarana objek wisata di kota manado milik pemerintah dalam kondisi tidak
terurus alias amburadul sehingga tidak layak di jual ke mata dunia.
“yang di depan mata saja seperti tugu perang dunia ke 2 di
gmim sentrum dan gedung bersejarah minahasa raad,tak layak di jual”ujar anggota
DPRD PROVINSI James tuuk.
Lanjut tuuk,pemerintah kota manado harus bekerja ekstra
keras untuk membuat sektor pariwisata dapat bersaing serta komitmen kuat
melakukan pembenahan dan rehabilitasi objek-objek wisata.
“jika selama ini dikatakan pariwisata adalah sektor
unggulan,itu hanya lips service saja.namun secara khusus saya memberi apresiasi
kepada pihak swasta yang jauh lebih baik mengurus objek-objek wisata ketimbang
pemerintah”ujar tuuk.
Sementara itu Ridwan,warga malalayang,membenarkan bahwa
sarana objek pariwisata di kota manado masih belum siap untuk menghadapi MEA.
“bagaimana mungkin torang bisa menghadapi MEA kalau sarana
objek pariwisata kita saja banyak yang amburadul”tutupnya.
0 comments:
Post a Comment