
Yanto sudah beraksi menjadi anggota TNI AD gadungan dengan
pangkat praka,sejak tahun 2015 kemarin.dalam aksinya tersebut berbagai
kejahatan sudah dia lakukan,termasuk memperdayai seorang perawat yang di
gaulinya hingga hamil.
Terbongkarnya penyamaran yanto sebagai anggota TNI AD
gadungan,setelah adanya laporan dari seorang warga ke yonif 712 raider,bahwa
ada oknum anggota atas nama kristianto meminjam motor dan tak menggembalikannya
lagi.
“ada warga yang datang ke kantor kami dan melaporkan bahwa
ada anggota dari kompi kami telah melakukan penggelapan sepeda motor,yang
hingga kini belum dia kembalikan”ujar sertu Farhan anggota BA Intel yonif 712
rider.
Sertu Farhan melanjutkan,kami menggajak warga tersebut ke
ruangan berkas dan menunjukkan semua anggota yang bernama kristianto.
“kami membawa korban tersebut keruang berkas,dan menunjukkan
semua anggota yang bernama kristianto namun tak ada satupun yang korban kenal
dari anggota kami yang mirip dengan pelaku”tambah BA Intel 712 raider.
Sertu farhan menambahkan,langsung melakukan pencarian
terhadap tersangka yang sudah mencemarkan nama baik TNI AD.
“kami menangkapnya di tempat kosnya yang berada di daerah
maumbi,jumat pukul 01.00,setelah salah satu keluarga gadis yang di
hamilinya,mengetahui bahwa yang bersangkutan bukanlah seorang anggota TNI dan
menggetahui tempat kosnya”ujar sertu farhan.

“itu seragam kita ambil malam saat pasuka sedang terlelap
tidur,selain seragam sepeda dan sangkur juga saya ambil”ucap yanto.
Yanto menambahkan,melakukan pencurian seragam anggota TNI AD
karena terobsesi untuk menjadi tentara.selain itu juga dengan seragam ini mudah
mendapatkan cewk-cewek yang ada.
“sejak kecil saya ingin jadi tentara tapi karena tidak
mempunyai biaya saya tidak lulus,makanya saya mencuri seragam TNI dan melakukan
aksi kejahatan lainnya seperti penggelapan motor dan menghamili seorang gadis”tutup
yanto.
Kapolresta manado,Kombespol Rio Permana,melalui kasubag
Humas,AKP Agus Marsidi mengatakan kami akan melakukan penahanan terhadap tersangka
dan akan memprosesnya sesuai tindak
kejahatan yang dia lakukan.
“kami masih akan lakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap
tersangka,sambil menunggu apakah ada laporan korban lain tentang aksi dari
anggota TNI AD gadungan ini”tutup AKP Agus Marsidi.
0 comments:
Post a Comment