Genderang perang melawan peredaran gelap Narkotika di Bumi
Nyiur Melambai terus ditabuh oleh Polda Sulut. Pada 11 Februari 2015 lalu,
Polda Sulut melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil
menangkap dua tersangka yaitu CJR dan GW di tempat berbeda.
CJR ditangkap di pangkalan ojek Desa Watutumou, Minahasa
Utara. Selanjutnya Petugas menuju rumah tersangka untuk melakukan penggeledahan
dengan dibantu oleh anjing pelacak dari K-9 Squad Dit Sabhara Polda Sulut. Dari
hasil penggeledahan, ditemukan 1 (satu) paket sabu yang tersimpan di bawah
kasur di dalam kamar tersangka.Menurut pengakuan CJR dirinya membeli barang haram tersebut
dari lelaki AN di Jakarta.
Sedangkan GW, ditangkap di Jalan Boulevard Tondano,
Minahasa. Dari tangannya, Petugas menyita barang bukti berupa 2 (dua) paket
sabu dan 1 (satu) buah pipet kaca.Total sabu yang disita dari CJR dan GW seberat 1,38 gram.

Antara lain, pada Selasa (27/1), sekitar pukul 15.20 Wita
Anggota Ditresnarkoba menangkap seorang lelaki berinisial DPM saat akan
mengambil paket kiriman dari Jakarta yang diduga berisi sabu yang dikirim
melalui salah satu jasa pengiriman.
Saat ditangkap DPM mengakui bahwa dirinya disuruh oleh RWS
untuk mengambil paket tersebut. Setelah melakukan pengembangan, Petugas
kemudian berhasil meringkus RWS di rumahnya di daerah Bahu, Malalayang.
Kasus lain yang berhasil diungkap awal 2015 adalah dengan
diringkusnya RES pada Rabu (28/1) di ruas Jalan Arie Lasut tepatnya di depan
Hotel Metropolitan Manado. Dari pemeriksaan RES, Petugas menemukan 2 (dua)
paket kecil sabu di dalam handphone (HP) yang disimpan di dalam jaket yang
dikenakan tersangka.Saat dilakukan pengembangan, pada Kamis (29/1) siang,
Petugas kembali menemukan 4 (empat) paket kecil sabu yang disimpan di dalam
charger HP yang terbungkus plastik hitam milik tersangka.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik
mengatakan bahwa dua tersangka yaitu CJR dan GW merupakan residivis kasus
narkoba.
“CJR dan GW adalah residivis. Keduanya pernah terlibat pada kasus yang
sama beberapa waktu lalu,” ujar Kabid Humas.
“Para tersangka dijerat dengan
Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara,” pungkas Kabid
Humas.
0 comments:
Post a Comment