
Kegiatan yang bertujuan mensinkronisasikan
program pemerintah pusat dan daerah akan sukses digelar.banyak sekali usulan
dari masyarakat kepada pemerintah,mulai dari pembuatan infrastruktur hingga
kinerja para anggota dewan.
Namun yang paling banyak mendapat kritikan dan
masukan adalah sekertaris dewan,dimana masyarakat meminta agar sekertaris dewan
bisa membawa usulan mereka ini dan sampaikan kepada anggota dewan.
Menurut Robin Sepang,warga malalayang,uang negara
yang di berikan untuk dana reses dinilai sangat mubazir,sebab kebanyakan
anggota dewan melakukan reses hanya memanggil saudara-saudaranya sendiri dan di
bikin di rumahnya kemudian di foto sebagai barang bukti.
“reses yang di lakukan para anggota dewan
tidaklah berguna,sehingga apa yang di inginkan masyarakat yang ada di daerah
pemilihannya tidak bisa di akomodir,karena yang ikut dalam reses adalah
saudaranya sendiri”ucap Robin.

“yang ikut reses hanya sepuluh orang,setelah di
lihat kembali absen yang di buat staf dewan yang ikut dalam reses sudah penuh
dengan nama-nama orang yang tidak hadir dalam reses”ujar Walid.
Walid menambahkan,yang kebanyakan hadir itu
saudara atau konstituennya,jadi bayangkan saja sampai anak yang masih bayi di
tulis dalam absen reses sehingga bisa di pertanggungjawabkan jika ada
pemeriksaan nanti.
Bahkan dari semua perwakilan warga yang hadir
dalam Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan konsultasi publik
penyusunan Draft Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021,mengingkan agar anggota dewan kalau reses jangan
hanya sembarang reses karena dana yang di gunakan merupakan uang rakyat.
0 comments:
Post a Comment