
PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) terus berupaya meningkatkan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di ke-3 propinsi, termasuk didalamnya dengan bersinergi bersama Stakeholder dibidang ketenagalistrikan.
Pada hari Rabu (18/5/2016) lalu, bertempat di Makassar, telah dilakukan
penandatanganan Pembelian Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement /
PPA) untuk Kelebihan Tenaga Listrik (Excess Power) dari Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara milik PT Indonesia Morowali Industrial Park
(IMIP), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan.
Dari
kapasitas PLTU 2x65 MW yang dimiliki oleh PT IMIP, untuk tahap awal ini PLN
akan membeli kelebihan listrik sebesar 5 MW untuk membantu memenuhi kebutuhan
listrik di Morowali, Sulawesi Tengah.
Penandatanganan PPA dilakukan oleh General Manager PT PLN
(Persero) Wilayah Suluttenggo, Baringin Nababan dengan Chief Executive Officer
(CEO) PT IMIP, Alexander Barus, dan disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
"Kerjasama excess power ini adalah wujud
nyata dari upaya PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo untuk meningkatkan
pasokan listrik di Sulawesi Tengah, khususnya di kabupaten Morowali. Terlebih
pembangkit ini adalah pembangkit non BBM, sehingga akan sangat membantu PLN
dalam melakukan penghematan biaya operasional. Selain itu, tentunya ini adalah
bagian dari sinergitas antara PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo, PT IMIP dan
Pemerintah setempat dalam membangun ketenagalistrikan di Morowali" sebut
GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan.
Pembelian excess
power dari PT IMIP dengan harga beli Rp 728/kWh, membantu program PLN
Suluttenggo untuk memperbaiki biaya pokok produksi dan kinerja fuel mix di
wilayah kerja PLN Suluttenggo. Jika beroperasi ≤ 5 MW, maka akan berpotensi
mengurangi biaya operasi jika dibandingkan menggunakan pembangkit diesel (Solar
HSD) yang membutuhkan BBM Solar sekitar 12.300 kL per tahun. Hal ini akan sangat membantu upaya PLN dalam melakukan penghematan dan efisiensi bahan bakar minyak. Guna kelancaran, saat ini PLN juga sedang membangun jaringan distribusi 20 kV yang nantinya diharapkan Oktober 2016 nanti sudah beroperasi dan dapat berpotensi menambah jumlah keluarga yang dapat dilayani oleh PLN sebanyak 1500 pelanggan.
"Pemerintah daerah Morowali sangat menyambut baik adanya kerjasama antara PLN dengan PT IMIP, karena akan membantu upaya Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan sekaligus meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Morowali" ujar Bupati Morowali, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si.
"Bagi PT IMIP, kerjasama ini adalah merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan kami melalui program Corporate Social Responsibility dengan menghadirkan listrik kepada masyarakat di sekitar. Kerjasama excess power dengan PLN dari PLTU yang kami miliki ini bisa dilihat sebagai keterlibatan pihak swasta dalam ikut mendukung PLN dan tentunya Pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di daerah, dimana tidak bisa kita biarkan hanya menjadi tanggung jawab PLN semata" tegas CEO PT IMIP, Alexander Barus.
Seperti diketahui, Kondisi ketersediaan pembangkit di Kabupaten
Morowali sebelum tahun 2011 cukup terbatas, sehingga masyarakat baru dapat
menikmati listrik 12 jam saja.
Kegiatan pembangunan yang terus dilakukan oleh
Pemerintah kabupaten Morowali semakin membaik, juga dilakukan di sektor
ketenagalistrikan dimana kegiatan pelayanan PLN juga ditopang pula peran serta
pembuatan jaringan oleh Pemerintah Kabupaten Morowali. Akhirnya masyarakat di
Kabupaten Morowali telah bisa menikmati listrik menyala 24 jam sehari sejak
tahun 2011 lalu hingga kini.
0 comments:
Post a Comment