728x90 AdSpace

  • Terbaru:

    Thursday, December 3, 2015

    POLITIK SEMAKIN KOTOR JAROD DIALOG PUBLIK UNTUK PENCERAHAN

    Jaringan Online Manado (JAROD) kembali menggelar Dialog Publik terkait Pilkada, dengan mengangkat tema “Menjaga Soliditas dan Solidaritas Masyarakat Sulut dalam Mencegah Konflik Sosial menjelang Pilkada Serentak Sulut 2015”.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Aston Hotel, Manado,Rabu (2/12/2015) kemarin berlangsung sukses berkat kerjasama semua pengurus jarod dan pesertanya.

    Dengan menghadirkan Drs Mahyudin Damis, M.Hum selaku akademisi dan Muhammad Nur Andi Bongkang, tokoh pemuda Sulut,sangat berkompeten menyampaikan materi yang mereka berikan.

    Ketua panitia,Chres Mongkareng dalam laporan panitia menyampaikan bahwa tujuan kegiatan yang dilaksanakan berupaya untuk menghindari adanya tindakan kriminal dan konflik yang berpotensi merusak tatanan demokrasi di Sulut.

    ”Inilah bagian dari partisipasi politik Jurnalis Online Manado dalam melahirkan Pilkada aman dan damai, apalagi situasi kota manado jelang pilkada agak kurang kondusif.jadi mari kita wujudkan suasana yang kondusif jelang Pilkada Serentak di Sulawesi Utara.” ujar Chres yang juga wartawan media online www.kabarmanado.com ini.

    Selaku narasumber, Nur Andi Bongkang menilai salah satu penyebab rusaknya nilai demokrasi dan praktek politik di Negeri ini adalah karena adanya doktrin politik yang dilakukan elit politik dan praktisi politik disaat melakukan kampanye.

    "Coba saudara-saudara perhatikan,ditiap ajang seperti pileg maupun pilkada pasti sudah tertanam di benak masyarakat adanya praktik money politik"ujar nur andi bongkang.

    Nur bongkang menambahkan,perlunya ada revolusi perubahan dalam diri masyarakat ketika memilih kandidat mereka.

    "Hapuslah paradigma yang ada saat ini,dimana masyarakat harus cerdas memilih kandidat Kepala Daerah yang mereka pilih, bukan terjebak pada isu-isu sektoral keagamaan,dan primordial"tutupnya.

    Sementara itu Mahyudin Damis selaku pembicara kedua,memaparkan bahwa tidak akan muncul keamanan dan ketertiban disaat Pilkada bilamana masyarakat Sulut belum juga solid dan menumbuhkan rasa solidaritasnya.

    "Tak mungkin akan tercipta pilkada yang aman,jika doktrin yang ada sangat kuat kepada masyarakat pemilih,dan saat ini sudah terbukti"ujar Mahyudin Damis.

    Mahyudin damis berharap,konflik sosial yang timbul saat pilkada tidak berlangsung lama,karena itu tidak ada artinya sama sekali.

    "Kalau torang terus bertikai tidak ada gunanya,karena usai pemilihan kita bukan siapa-siapa lagi"ujar Damis.

    Mener yang akrab dengan wartawan ini,mengharapkan kaum muda dapat menjadi corong pemberi pencerahan bagi orang tua mereka.

    "Bisa jadi kaum muda yang merupakan pemilih pemula masih belum terdoktrin tentang praktik-praktik politik yang sadis"tutup sang pengamat.

    Sekedar diketahui dialog ini dihadiri aktivis mahasiswa dari HMI, KAMMI, mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat, mahasiswa FISPOL Unsrat Manado, para pelajar dari SMA Negeri 7 Manado, SMA YAPIM, wartawan koran, wartawan media online dan perwakilan aktivis LSM yang ada di Sulawesi Utara.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: POLITIK SEMAKIN KOTOR JAROD DIALOG PUBLIK UNTUK PENCERAHAN Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top