
Hingga kini kasus tanah yang terjadi di kampong bobo dan
bitung karang ria ,kecamatan tuminting,belum selesai.
Dimana sampai saat ini
kedua belah pihak baik warga maupun keluarga karema-walla saling mengkalim
sebagai pemilik yang sah dari tanah tersebut.
Untuk itu DPRD Kota Manado, meminta surat pengosongan lahan
yang dilakukan pihak keluarga Karema – Walla, melalui pihak-pihak tertentu
untuk sementara waktu dipending. Pasalnya, lahan yang ditempati oleh warga
tersebut masih berstatus quo.
“Kami, DPRD merekomendasi agar surat terkait pengosongan
lahan yang ditempati oleh 360 kepala keluarga dari camat Tuminting tidak ada
tindaklanjut atau dipending. Ini lantaran, status hukumnya belum jelas,” ungkap
Syarifudin Saafa.
Politisi PKS yang sudah dua periode menduduki dewan kota
manado, menjelaskan bahwa kedatangan warga dua kelurahan ini terkait permintaan
kepastian apakah tanah tersebut adalah tanah mereka atau tidak.

Dia juga meminta pemerintah kelurahan, kecamatan dan
pemerintah kota, untuk mengeluarkan hal-hal yang membuat warga tidak nyaman.
Dan hari ini, melalui paripurna penetapan AKD, kami akan
mengusulkan kepada pimpinan DPRD untuk segera membentuk pansus,” tegas Bang
Syarif, begitu dia disapa.
0 comments:
Post a Comment