Warga kampung Bobo kelurahan Maasing dan Bitung Karang Ria,
Senin, (26/01) pukul 12.00 wita, kembali menduduki kantor DPRD Kota Manado.
Status tanah yang dinilai bermasalah ini, belum diproses
hukum secara perdata, sehingga tidak tepat jika warga harus meninggalkan atau
dipaksa mengosongkan lahan oleh kelurga Kerema – Walla, yang mengaku pemilik
lahan.
Kedatangan ratusan warga tersebut, mengadukan nasib dan meminta perlindungan
anggota dewan terkait status tanah yang sementara mereka tempati.
Ratusan kepala keluarga yang merasa terancam kehilangan
tempat tinggal tersebut, mengatakan bahwa selama ini mereka merasa
terintimidasi bahkan diancam oleh pihak yang mengklaim tanah tersebut.
“Kami meminta anggota dewan untuk dengan tegas meminta
kepada pihak yang mengaku pemilik tanah ini, untuk tidak menintimidasi dan
mengancam warga,” kata Soleman.

“Perintah dan permintaan pengosongan lahan, toong dibatalkan
karena proses hukumnya belum jelas. Termasuk surat dari camat terkait hal yang
sama,” ujar warga dalam pertemuan tersebut.
Kedatangan ratusan warga ini langsung di terima oleh hampir
seluruh anggota dewan kota manado,di antaranya beny parasan,marko tampi,bobi
daud,syarifudin syafaa,fatma bin syehk,dan apriano saerang,yan saat itu berada di kantor dewan.
0 comments:
Post a Comment