Petualangan sindikat pencurian barang elektronik akhirnya
terhenti,setelah Tim Resmob (reserse mobile) Polresta Manado,menembak salah
satu tersangka,sedangkan dua rekan korban berhasil melarikan diri.
sindikat ini
merupakan spesialis pembobol rumah kosong maupun ada penghuninya yang selama ini
meresahkan warga kota Manado.
badak, warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, pelaku
terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena melawan petugas dan mencoba
melarikan diri saat dibekuk.
residivis yang sudah empat kali masuk keluar
penjara ini, ditangkap di Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Malalayang, saat
berkendara dengan mobil sewaan yang biasa dipakainya untuk mencuri.
Dari informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut terjadi,
saat anggota Resmob sedang melakukan patroli rutin di wilayah Manado, karena
ada kejadian pembobolan rumah di Malalayang, Resmob akhirnya menuju ke TKP
pembobolan rumah.
Diperjalanan, tim Resmob berpapasan dengan sebuah mobil
Avanza warna hitam. Diketahui oleh salah satu anggota resmob, mobil Avanza
tersebut, sering disewa pelaku untuk beraksi.
Akhirnya, terjadi kejar-kejaran, hingga akhirnya, mobil
avanza tersebut berhasil diberhentikan,saat akan dibekuk, pelaku bersama dua
rekannya tiba-tiba melawan dan akan melarikan diri. Karena sudah mengancam
nyawa polisi, akhirnya salah satu pelaku dilumpuhkan dengan timah panas yang
bersarang dikaki kiri dan kanan pelaku. Pelaku akhirnya dibawa ke rumah sakit
untuk mendapat perawatan.
Polisi langsung menginterogasi pelaku untuk mendapatkan
barang hasil curiannya. 3 unit Orgen, 4 unit Laptop, 2 kamera digital dan 11
unit handphone berhasil disita polisi.
Barang-barang tersebut disita dari teman
pelaku yang sengaja dititipkanya, dan rencananya akan dijual.untuk uangnya akan di gunakan buat foya-foya.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi,
mengatakan dirinya puas dengan kinerja anggota Resmob. "Saya memberikan
apriesiasi kepada tim Resmob yang membekuk pelaku, kami juga akan terus menyelidiki,
jika pelaku tersebut ada indikasi terlibat dengan pencurian modus pecah kaca
mobil," jelas Sunarto. Ditambahkannya, untuk warga kota Manado, agar
selalu waspada, jika meninggalkan rumah harus dalam keadaan terkunci tutup
bekas Direktorat IntelKam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
0 comments:
Post a Comment